KONSUMSI, TABUNGAN DAN
INVESTASI
A.
DESKRIPSI
PEMBELAJARAN
Tujuan
pembelajaran ini adalah untuk menerapkan bagaimana konsumsi, tabungan, dan
investasi saling berkaitan. Pada pembelajaran ini siswa akan memperagakan atau
bermain peran dimana siswa akan memerankan sebagai konsumen dan sebagai
produsen, kemudian akan ada siswa yang menjadi bank dan penyedia investasi.
B.
PENGANTAR
Pada
pembelajaran ini siswa akan memahami bagaimana cara memanajemen uang yang dia
miliki agar bisa menggunakan uang semaksimal mungkin dan seminimal mungkin. Dalam
konteks seminimal mungkin yaitu
konsumen akan memperoleh bahan untuk memenuhi kebutuhannya dengan harga
serendah mungkin dan semuanya telah di penuhi sehingga sisa uang yang dimiliki dapat dialokasikan untuk investasi
atau menabung. Untuk produsen akan memperoleh
pendapatan semaksimal mungkin dari penjualannya dan memperoleh laba sebanyaknya dengan menjual
barang dengan harga tinggi yang konsumen mau untuk membelinya. Selain itu, produsen dituntut untuk berusaha mendapatkan dana
sebanyak-banyaknya dari penyedia investasi dan bank untuk keperluan modal. Sehingga
laba yang di peroleh banyak sehingga dapat di gunakan untuk modal dan membeli bahan baku.
C.
TUJUAN
Adanya
simulasi pembelajaran ini agar siswa dapat pengalaman mengenai sistem pembelajaran yang berbeda
dengan pembelajaran sebelumnya. Pembelajaran ini akan merangsang keaktifan
siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran.
D.
ALAT
BANTU PENGAJARAN
Siapakan
materi simulasi sebelum kelas di mulai, siapkan alat pendukung yang dibutuh kan
agar mempercepat jalannya simulasi yaitu mengandakan sejumlah uang yang
dibutuhkan dalam kelas kemudian potong-potong, mengandakan list barang pokok yang
akan di beli konsumen sebanyak yang dibutuhkan, memotong dan mengandakan list
belanja yang akan di bagikan ke siswa yang bertindak sebagai konsumen. Potong
dan gandakan sertifikat saham sebanyak yang dibutuhkan, gandakan dan potong
buku tabungan sejumlah banyaknya yang berperan sebagai konsumen. Menyiapkan
tanda pengenal untuk membedakan siswa yang berperan sebagai konsumen, produsen,
bank dan penyedia investasi.
Alat dan bahan:
1.
Uang peraga pecahan Rp
20.000,00 (Lampiran 1)
2.
Sertifikat saham (Lampiran
2)
3.
Gambar kebutuhan
sehari-hari yaitu sabun, minyak goreng, beras, telur, daging ayam, daging ikan,
susu, tahu tempe, sayur, dan buah (Lampiran 3)
4.
List belanja yang harus
di beli konsumen ke pasar. (Lampiran 4)
5.
Kertas tabungan (lampiran
5)
6.
Tanda pengenal (lampiran
6)
7.
Tugas individu setelah
simulasi (lampiran 7)
Kegiatan 1
1.
Petunjuk
Simulasi
a.
Konsumen
Tugas
utama konsumen yaitu bagaimana konsumen
bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari dengan uang yang telah diberikan. Konsumen
harus memperoleh atau mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang telah di tentukan di dalam kertas. setiap orang yang berperan menjadi konsumen akan memperoleh komposisi kebutuhan yang berbeda-beda
karena setiap orang pada hakikatnya berbeda-beda dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Setiap
masing-masing orang akan di berikan uang
sejumlah 15 lembar uang RP 20.000,00. Untuk setiap barang kebutuhan harga yang
di tetapkan minimal RP 5.000,00 dan maksimal Rp 20.000,00 per item. Sehingga para
konsumen harus pandai-pandai dalam menawar barang yang mereka butuhkan sehingga
sisa uang yang mereka miliki banyak,
sisa uang tersebut digunakan sebagai tabungan. Sisa uang yang mereka miliki
akan mereka tabung di bank
yang telah di sediakan. Setiap konsumen yang menabung akan mendapatkan bukti
tabungan yang diberikan oleh bank tersebut.
b.
Produsen
Tujuan
utama produsen yaitu adalah bisa
menjual barang yang mereka jual dan
mendapatkan dana
investasi dari penyedia investasi dan
bank sebanyak mungkin, terdapat 10 gambar kebutuhan pokok,
setiap produsen akan diberikan sejumlah daftar barang berupa gambar- gambar
kecil kebutuhan pokok yaitu minyak goreng, shampo, sabun, telur, daging ayam,
ikan, sayuran, buah. Susu, dan tahu tempe. Setiap produsen akan diberi
masing-masing 3 item untuk setiap barang sehingga total barang yang akan mereka
jual yaitu sebanyak 30 barang untuk masing-masing produsen. Karena setiap
konsumen di beri daftar
belanja yang berbeda-beda. Sehingga apa bila mereka memerlukan barang yang akan
mereka beli dan ternyata misal produsen A sudah tidak punya barang yang mereka
butuhkan, konsumen akan mebeli ke produsen lain dengan harga yang mereka
sepakati. Setelah itu produsen akan
berusaha mendapatkan dana dari bank dan investasi dengan cara menunjukkan
produk mereka bahwa produk mereka laku di pasar dan mendapatkan laba banyak.
c.
Bank
Bank
bertugas sebagai tempat untuk menyimpan sisa uang konsumen yang telah digunakan untuk
berkonsumsi, setiap konsumen membelanjakan uang mereka sesuai dengan
kebutuhannya. Mereka harus menyimpan uang yang mereka miliki di bank, setiap
konsumen akan memiliki sisa tabungan yang berbeda-beda karena masing-masing konsumen akan di beri
kartu daftar belanja yang setiap orang tidak sama. Selanjutnya dana sisa dari konsumen akan disalurkan
kepada produsen untuk modal.
d.
Penyadia
Investasi
Penyedia
investasi di sini
bertindak sebagai tempat untuk
membeli saham, tugas penyedia investasi yaitu mereka akan menjual saham kepada
penjual di pasar dengan harga saham perlembar yaitu Rp 20.000 dan menyalurkan
dana ke produsen.
e.
Skema
Penjelasan Tentang Harga
Simulasi
ini menggunakan uang pecahan Rp 20.000,00
sehingga tidak ada pecahan uang lain dalam kegiatan simulasi ini. Akan
disediakan 10 macam barang pokok yang harus mereka beli. Batas harga minimal
yang ditentukan yaitu macam-macam item yaitu sebesar Rp 5.000,00 dan paling
mahal Rp 20.000,00. Karena tidak ada pecahan selain Rp 20.000,00 maka harus ada kesepakatan harga dengan menggabungkan barang-barang. Sebagai
contoh 3 item beras, telur minyak Rp 20.000. dengan ketentuan kedua belah pihak
setuju dengan harga tersebut.
2.
Langkah
Kerja
1) Jelaskan
ke siswa apa saja tujuan dari konsumsi, tabungan dan investasi.
2) Dalam
simulasi ini siswa memperagakan bagaimana
masyarakat sebagai konsumen dan produsen dan memperagakan bagaimana cara
berkonsumsi, menabung, dan investasi dengan benar. Selain itu sebagian peserta
didik juga berperan sebagai produsen dimana produsen sebagai penyedia barang
dan tempat berinvestasi.
3) Dalam
simulasi ini konsumen yang mempunyai barang dan jumlah tabungan dan investasi
paling banyak adalah pemenangnya.
Sementara itu produsen yang mempunyai dana paling banyak adalah pemenangnya.
4) Urutan
simulasi ini mula-mula peserta didik dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sebagai produsen
dan konsumen.
5) Ada
dua peserta didik menjadi bank dan penyedia investasi.
6) Membagikan
peraga alat dan bahan yang dibutuhkan yaitu tanda pengenal konsumen , produsen,
bank ekonomi, dan penyedia investasi
di letakkan di meja sehingga peserta didik mengetahui dimana untuk menyimpan
uang dan peserta didik sebagai produsen
dapat mendapatkan dana dari bank dan penyedia investasi.
7) Kelompok
sebagai konsumen akan diberikan list barang yang harus dibelanjakan secara acak
(lampiran 4), setiap siswa akan diberikan satu kartu list barang belanjaan dengan jumlah 10 keperluan yang harus mereka
beli dengan menawar sehingga mereka dapat harga serendah-rendah nya, barang
tersebut berupa barang kebutuhan pokok. Selain itu konsumen akan biberikan uang
tunai ( lampiran 1) sejumlah 15 lembar uang Rp 20.000,00 sehingga total nominal
adalah Rp 300.000,00 yang digunakan
untuk membeli barang.
8) Kelompok
sebagai produsen akan diberikan barang yang dibutuhkan oleh konsumen yaitu 3
sabun mandi, 3 minyak goreng, 3 beras,3 telur, 3 daging ayam, 3 daging ikan, 3 susu,3 tahu tempe, 3 sayur, dan 3 buah (Lampiran 3) sehingga total yang mereka
miliki untuk masing-masing produsen adalah 30 buah.
9) Konsumen
dan produsen akan melakukan interaksi di pasar untuk bertransaksi dimana
konsumen akan membeli barang dari produsen. Konsumen harus bisa membagi uang
yang diberikan untuk membeli barang, menabung dan investasi. Konsumen harus
pandai-pandai untuk menawar agar memperoleh barang yag dibutuhkan dengan harga
serendah-rendahnya dan memperoleh barang sebanyak-banyaknya. Sedangkan
produsen harus menjual barang dengan
harga setinggi-tingginya agar memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya.
10) Setelah
konsumen selesai membeli seluruh barang yang mereka butuhkan mereka harus
menyimpan uang sisa dari konsumsi mereka untuk mereka tabung di bank ekonomi dan penyedia investasi,
sedangkan produsen harus berusaha
mendapatkan dana dari bank dan penyedia investasi.
11) Setelah
kegiatan selesai siswa yang menjadi konsumen menghitung siapa yang memperoleh
tabungan yang terbanyak dan sudah bisa membeli seluruh barang pokok yang mereka
butuhkan. Jadi semua siswa wajib membeli list barang yang harus mereka beli.
Untuk menentukan siswa yang menjadi pemenang yang berperan sebagai produsen adalah siapa yang mendapatkan dana terbanyak.
12) Setelah
itu siswa mengerjakan dan mendiskusikan
lembar kerja pada lampiran 7
Lampiran 1 uang

Lampiran 2 Sertifikat
Saham

|





Lampiran 3. Gambar
kebutuhan sehar-hari









Lampiran 4 Daftar belanja
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||
![]() |
![]() |
||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
![]() |
|||||||||||||
Lampiran
5 Kertas Tabungan
![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||
Lampiran 6 Tanda Pengenal
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||

Lampiran 7 Materi
KONSUMSI DAN INVESTASI
A. Konsumsi dan Tabungan
1. Pengertian Konsumsi (Consumption) dan
Tabungan (Saving)
Jika kalian menyempatkan diri untuk makan
pagi dengan menghabiskan
sepiring nasi sebelum berangkat ke Sekolah
berarti kalian telah melakukan
kegiatan konsumsi. Demikian juga ketika
berangkat ke sekolah kalian memakai
baju, sepatu serta tas, berarti kalian
sedang melakukan kegiatan konsumsi.
Makan sepiring nasi berarti kalian
melakukan kegiatan mengkonsumsi barang
yang habis dalam sekali pakai. Memakai
baju, sepatu atau tas juga melakukan
kegiatan mengkonsumsi barang yang tidak
habis dalam sekali pakai atau bisa
dipakai berualang-ulang.
Contoh-contoh aktivitas konsumsi di atas
maka kalian dapat menyimpulkan
pengertian konsumsi adalah sebuah
aktivitas guna menghabiskan atau
mengurangi nilai guna suatu barang. Contoh
kegiatan mengkonsumsi sepiring
nasi (habis pakai), maka pengertian
konsumsi adalah sebuah aktivitas guna
“menghabiskan” nilai guna suatu barang.
Contoh memakai baju, sepatu atau
tas berarti kalian melakukan kegiatan
mengkonsumsi barang yang tidak habis
dalam sekali pakai, maka pengertian
konsumsi yang lebih tepat adalah sebuah
aktivitas guna “mengurangi” nilai guna
suatu barang.
Kenyataan sehari-hari di masyarakat,
didapat suatu pola bahwa pada
masyarakat yang tingkat pendapatannya
masih rendah maka tingkat
konsumsinya-pun terbatas. Pada masyarakat
yang tingkat pendapatannya
semakin tinggi maka konsumsinya-pun
meningkat. Oleh karena itu, jika
konsumsi dikaitkan dengan tingkat
pendapatan, di dapat pola hubungan semakin
tinggi tingkat pendapatan seseorang maka
akan semakin tinggi tingkat konsumsi
seseorang. Dari hubungan ini dapat disimpulkan
bahwa konsumsi merupakan
fungsi dari pendapatan siap pakai
(disposable income). Sedangkan pendapatan
siap pakai adalah pendapatan setelah
dikurangi pajak penghasilan.
Pola konsumsi masyarakat pada umumny tidak
akan menghabiskan semua
pendapatannya untuk dikonsumsi. Biasanya
akan ada sebagian pendapatan yang
disisihkan untuk ditabung. Oleh karena itu
tabungan dapat diartikan sebagai
sisa pendapatan setelah dikurangi untuk
konsumsi.
2. Fungsi Konsumsi dan Fungsi Tabungan
Hubungan antara tingkat konsumsi dan
pendapatan diformulasikan dalam
fungsi konsumsi, sementara hubungan antara
tingkat tabungan dengan tingkat
pendapatan dirumuskan dalam fungsi
tabungan. Jadi fungsi konsumsi
menunjukkan hubungan antara tingkat
konsumsi dengan tingkat pendapatan.
Sedangkan fungsi tabungan menunjukkan
hubungan antara tabungan dengan
tingkat pendapatan. Bila pendapatan
meningkat, konsumsi dan tabunganpun
ikut meningkat dengan proporsi yang lebih
kecil dari kenaikan pendapatan.
Pendapatan merupakan penjumlahan antara konsumsi
dan tabungan.
Tabel berikut ini untuk menunjukkan
gambaran atau ilustrasi hubungan
tingkat pendapatan suatu masyarakat dengan
tingkat konsumsi dan tingkat
tabungan yang ada di masyarakat tersebut.
B. Investasi
1. Pengertian Investasi
Pengertian investasi diartikan sebagai
pengeluaran yang ditujukan untuk
menambah atau mempertahankan persediaan
modal atau persediaan kapital
(capital stock). Perlu kita sadari bahwa
pengertian investasi dalam ekonomi
berbeda dengan istilah investasi yang
dipergunakan sehari-hari. Contoh
pembelian barang maupun jasa seperti
gedung, mesin, peralatan dan pendidikan
dapat digolongkan sebagai investasi,
tetapi pembelian surat berharga seperti
obligasi, dan saham bukan merupakan
investasi dalam pengertian ekonomi,
alasannya karena pembelian obligasi dan
saham hanya merupakan pertukaran
kertas berharga dan tidak ada kapasitas
produksi baru yang diciptakan. Dalam
pertukaran kertas berharga tersebut tidak
ada investasi real dalam perekonomian.
Tetapi jika seseorang memiliki saham
kemudian dijual dan uangnya
dipergunakan untuk membeli mesin-mesin,
gedung dan peralatan lain, maka
pengeluaran ini dapat diartikan sebagai
investasi dalam arti ekonomi
Secara garis besar investasi dapat
digolongkan menjadi 5 (lima) macam
yaitu:
a. Investasi tetap, investasi perusahaan
yang terdiri dari: pengeluaran
perusahaan untuk mesin-mesin,
perlengkapan, bangunan yang semuanya
bersifat tahan lama.
b. Investasi untuk perumahan khususnya
rumah tempat tinggal.
c. Investasi yang berupa penambahan persediaan
atau inventory.
d. Investasi Bruto atau Investasi Kotor
yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode
tertentu, baik tambahan yang benarbenar
baru ataupun tambahan barang-barang modal
yang sifatnya untuk
penggantian barang-barang modal yang sudah
ada (replecement).
e. Investasi Netto atau Investasi Bersih
yaitu semua tambahan barang-barang
modal (stock capital) selama periode
tertentu yang benar-benar baru. Dalam
investasi bersih ini tidak diperhitungkan
tambahan barang-barang modal
yang sifatnya untuk penggantian
barang-barang modal yang sudah ada
(replecement). Investasi Netto bisa dicari
dari Investasi Bruto dikurangi
dengan penggantian (replacement) atau
untuk penyusutan (depresiasi).
Lampiran 8 Soal Evaluasi
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah
ini dengan singkat !
1. Jelaskan
pengertian konsumsi!
2. Jelaskan
pengertian menabung!
3. Jelaskan
pengertian investasi!
4. Mengapa status sosial memengaruhi
konsumsi seseorang?
5. Jika tingkat bunga naik, apakah
konsumsi turun? Berilah alasan!
JAWABAN
1.
pengertian
konsumsi adalah sebuah aktivitas guna menghabiskan atau mengurangi nilai guna
suatu barang.
2.
Menabung adalah
kegiatan menyisihkan pendapatan dengan jumlah tergantung kemampuan kita dan
sewaktu-waktu dapat kita ambil dalam keadaan mendesak.
3.
Pengertian investasi
diartikan sebagai pengeluaran yang ditujukan untuk menambah atau
mempertahankan persediaan modal atau persediaan kapital (capital stock).
4.
Karena status
social menunjukkan seberapa besar orang tersebut dapat mendapatkan penghasilan.
Jika penghasilan naik maka konsumsi juga ikut naik.
5.
Iya, karena orang
akan tertarik dengan bunga yang lebih banyak dari pada untuk konsumsi.













No comments:
Post a Comment